Tulisan Mangkat

Aku Ingin Kamu Menjadi Jodohku, Dan Menemani Hidupku Sampai Akhir Hayat.

Pengertian & Hikmah Puasa

A. Pengertian Puasa
Pernahkah teman-teman mendengar kata ‘puasa’? ataukah teman-teman pernah berpuasa? Sebagai muslim yang baik kita harus mengetahui dan melaksanakannya. Puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa serta mengendalikan diri dari hawa nafsu mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Ibadah puasa mempunyai banyak manfaat, antara lain dapat melatih diri dalam mengendalikan hawa nafsu, menghindarkan dari perbuatan maksiat, perkatan buruk atau kotor, dan perbuatan lain yang menjurus ke hal yang tidak baik. Dengan berpuasa manusia merasa dekat dengan Allah swt dan diharapkan bisa membina jiwa serta keteguhan iman dari berbagai cobaan dan rintangan sehingga bersih hati dari perbuatan tercela yang dilarang oleh agama Islam.
Teman-teman perlu tahu bahwa puasa itu ada beberapa macam yaitu sebagai berikut:
  1. Puasa wajib adalah puasa yang diwajibkan pada setiap muslim, yaitu puasa Ramadhan, puasa qada, puasa nazar dan puasa kafarah (denda).
  2. Puasa sunah yaitu puasa yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh seorang muslim, seperti puasa arafah (9 Zulhijah), puasa asyura (10 Muharam), puasa Senin dan Kamis serta puasa 6 hari di bulan syawal.
  3. Puasa haram, yaitu puasa pada hari raya Idul Fitri (1 Syawal), Idul Adha (10 Zulhijah) dan hari–hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Zulhijah).
Setelah mengetehui tentang puasa, selanjutnya kita akan belajar tentang ketentuan puasa Ramadhan, puasa yang diwajibkan atas kaum muslim. Puasa ramadhan berarti puasa wajib yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadhan.
B. Ketentuan Puasa
Puasa Ramadhan dan puasa sunah memiliki ketentuan yang sama, yaitu memiliki syarat wajib, syarat sah, rukun, sunah dan hal-hal yang membatalkan puasa. Sebagai siswa muslim mari kita pelajari tentang semua itu, yakni sebagai berikut:
1. Syarat wajib puasa
Ibadah puasa memiliki beberapa syarat agar puasa dapat diterima oleh Allah swt. Syarat tersebut adalah syarat wajib dan syarat sah.
Syarat wajib puasa adalah sebagai berikut.
  1. Berakal sehat (orang gila tidak wajib berpuasa).
  2. Baligh (cukup umur).
  3. Kuat melaksanakan puasa.
Syarat sah berpuasa adalah sebagai berikut:
  1. Beragama Islam (orang yang bukan islam tidak sah puasanya).
  2. Mumayiz (dapat membedakan yang benar dan yang salah).
  3. Suci dari haid (darah kotor) dan nifas (darah orang melahirkan).
  4. Pada waktu yang dibolehkan berpuasa.
2. Rukun puasa
Rukun puasa sebagai berikut.
  1. Niat. Niat puasa hendaknya dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Untuk puasa Ramadan boleh sekali niat di malam pertama ramadhan untuk satu bulan. Niat boleh dilakukan dalam hati dan boleh diucapkan dengan lisan. Berikut ini contoh bacaan niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرَ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah ta’ala
  1. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
3. Sunah-sunah puasa
  1. Menyegerakan berbuka jika yakin bahwa matahari telah terbenam
  2. Berbuka dengan yang manis-manis, misalnya kurma dan anggur serta minum air putih.
  3. Berdoa pada waktu atau seteklah selsai berbuka puasa. Doanya adalah sebagai berikut:
Artinya: “Ya Allah karena-Mulah aku berpuasa dan dengan rezeki-Mulah aku berbuka, telah lenyap haus dan dahaga serta basah urat-urat mudah-mudahan pahalanya ditetapkan.,”
  1. Makan sahur
  2. Mengakhirkan makan sahur
  3. Memberi makan kepada orang yang berbuka puasa
  4. Memperbanyak bersedekah jariyah
  5. Memperbanyak membaca al-Quran dan memahami artinya.
  6. Memperbanyak ibadah-ibadah sunah yang lain
4. Hal-hal yang membatalkan puasa
Hal-hal yang dapat membatalkan puasa adalah sebagai berikut:
  1. Makan dan minum dengan disengaja
  2. Muntah dengan disengaja
  3. Berubah akal seperti gila, mabuk dan pingsan
  4. Berhubungan suami istri
  5. Murtad (keluar dari agama Islam)
  6. Keluar darah haid atau nifas bagi wanita.

5. Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa
Orang yang karena hal-hal tertentu diperbolehkan tidak berpuasa. Orang-orang tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Orang yang sakit parah harus mengqada, yaitu mengganti sejumlah hari yang ditinggalkan (hari pada saat tidak berpuasa)
  2. Orang yang dalam perjalanan jauh atau musafir, wajib mengqada atau mengganti puasa pada hari yang lain.
  3. Orang lanjut usia berkewajiban membayar fidyah, yaitu bersedekah tiga perempat liter beras kepada fakir miskin selama ia tidak berpuasa pada bulan Ramadhan.
  4. Orang yang sedang hamil dan menyusui, berkewajiban membayar fidyah (denda)

Macam-macam Puasa Sunah

Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Alloh kepada umat ini adalah puasa sunnah.
Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

  1. Puasa enam hari di bulan Syawal
  2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
  3. Puasa hari Arofah
  4. Puasa Muharrom
  5. Puasa Assyuro
  6. Puasa Sya’ban
  7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab
  8. Puasa Senin dan Kamis
  9. Puasa tiga hari setiap bulan
  10. Puasa Dawud
Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Alloh kepada umat ini adalah puasa sunnah.
Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

  1. Puasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).
  2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adlah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.
  3. Puasa hari Arofah, yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.
  4. Puasa Muharrom, yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)
  5. Puasa Assyuro’. Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).
  6. Puasa Sya’ban. Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).
  7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.
  8. Puasa Senin dan Kamis. Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.
  9. Puasa tiga hari setiap bulan. Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.
  10. Puasa Dawud, yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).
Demikianlah beberapa jenis puasa sunnah yang disyariatkan dalam agama ini. Kita memohon kepada Alloh agar diberikan rasa cinta dalam diri kita terhadap amalan yang dapat mendekatkan diri ini kepadaNya.
C. Hikmah Berpuasa
Hikmah puasa menjadi kebaikan bagi umat Islam yang menjalankannya, yaitu sebagai berikut:
  1. Tanda terima kasih kepada Allah
  2. Mendidik taat kepada peraturan
  3. Mendidik belas kasih kepada fakir miskin
  4. Menjaga kesehatan
  5. Mendidik hidup tertib dan disiplin
  6. Melatih kesabaran.
A. Pengertian Puasa
Pernahkah teman-teman mendengar kata ‘puasa’? ataukah teman-teman pernah berpuasa? Sebagai muslim yang baik kita harus mengetahui dan melaksanakannya. Puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa serta mengendalikan diri dari hawa nafsu mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Ibadah puasa mempunyai banyak manfaat, antara lain dapat melatih diri dalam mengendalikan hawa nafsu, menghindarkan dari perbuatan maksiat, perkatan buruk atau kotor, dan perbuatan lain yang menjurus ke hal yang tidak baik. Dengan berpuasa manusia merasa dekat dengan Allah swt dan diharapkan bisa membina jiwa serta keteguhan iman dari berbagai cobaan dan rintangan sehingga bersih hati dari perbuatan tercela yang dilarang oleh agama Islam.
Teman-teman perlu tahu bahwa puasa itu ada beberapa macam yaitu sebagai berikut:
  1. Puasa wajib adalah puasa yang diwajibkan pada setiap muslim, yaitu puasa Ramadhan, puasa qada, puasa nazar dan puasa kafarah (denda).
  2. Puasa sunah yaitu puasa yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh seorang muslim, seperti puasa arafah (9 Zulhijah), puasa asyura (10 Muharam), puasa Senin dan Kamis serta puasa 6 hari di bulan syawal.
  3. Puasa haram, yaitu puasa pada hari raya Idul Fitri (1 Syawal), Idul Adha (10 Zulhijah) dan hari–hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Zulhijah).
Setelah mengetehui tentang puasa, selanjutnya kita akan belajar tentang ketentuan puasa Ramadhan, puasa yang diwajibkan atas kaum muslim. Puasa ramadhan berarti puasa wajib yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadhan.
B. Ketentuan Puasa
Puasa Ramadhan dan puasa sunah memiliki ketentuan yang sama, yaitu memiliki syarat wajib, syarat sah, rukun, sunah dan hal-hal yang membatalkan puasa. Sebagai siswa muslim mari kita pelajari tentang semua itu, yakni sebagai berikut:
1. Syarat wajib puasa
Ibadah puasa memiliki beberapa syarat agar puasa dapat diterima oleh Allah swt. Syarat tersebut adalah syarat wajib dan syarat sah.
Syarat wajib puasa adalah sebagai berikut.
  1. Berakal sehat (orang gila tidak wajib berpuasa).
  2. Baligh (cukup umur).
  3. Kuat melaksanakan puasa.
Syarat sah berpuasa adalah sebagai berikut:
  1. Beragama Islam (orang yang bukan islam tidak sah puasanya).
  2. Mumayiz (dapat membedakan yang benar dan yang salah).
  3. Suci dari haid (darah kotor) dan nifas (darah orang melahirkan).
  4. Pada waktu yang dibolehkan berpuasa.
2. Rukun puasa
Rukun puasa sebagai berikut.
  1. Niat. Niat puasa hendaknya dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Untuk puasa Ramadan boleh sekali niat di malam pertama ramadhan untuk satu bulan. Niat boleh dilakukan dalam hati dan boleh diucapkan dengan lisan. Berikut ini contoh bacaan niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرَ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah ta’ala
  1. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
3. Sunah-sunah puasa
  1. Menyegerakan berbuka jika yakin bahwa matahari telah terbenam
  2. Berbuka dengan yang manis-manis, misalnya kurma dan anggur serta minum air putih.
  3. Berdoa pada waktu atau seteklah selsai berbuka puasa. Doanya adalah sebagai berikut:
Artinya: “Ya Allah karena-Mulah aku berpuasa dan dengan rezeki-Mulah aku berbuka, telah lenyap haus dan dahaga serta basah urat-urat mudah-mudahan pahalanya ditetapkan.,”
  1. Makan sahur
  2. Mengakhirkan makan sahur
  3. Memberi makan kepada orang yang berbuka puasa
  4. Memperbanyak bersedekah jariyah
  5. Memperbanyak membaca al-Quran dan memahami artinya.
  6. Memperbanyak ibadah-ibadah sunah yang lain
4. Hal-hal yang membatalkan puasa
Hal-hal yang dapat membatalkan puasa adalah sebagai berikut:
  1. Makan dan minum dengan disengaja
  2. Muntah dengan disengaja
  3. Berubah akal seperti gila, mabuk dan pingsan
  4. Berhubungan suami istri
  5. Murtad (keluar dari agama Islam)
  6. Keluar darah haid atau nifas bagi wanita.

5. Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa
Orang yang karena hal-hal tertentu diperbolehkan tidak berpuasa. Orang-orang tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Orang yang sakit parah harus mengqada, yaitu mengganti sejumlah hari yang ditinggalkan (hari pada saat tidak berpuasa)
  2. Orang yang dalam perjalanan jauh atau musafir, wajib mengqada atau mengganti puasa pada hari yang lain.
  3. Orang lanjut usia berkewajiban membayar fidyah, yaitu bersedekah tiga perempat liter beras kepada fakir miskin selama ia tidak berpuasa pada bulan Ramadhan.
  4. Orang yang sedang hamil dan menyusui, berkewajiban membayar fidyah (denda)

Macam-macam Puasa Sunah

Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Alloh kepada umat ini adalah puasa sunnah.
Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

  1. Puasa enam hari di bulan Syawal
  2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
  3. Puasa hari Arofah
  4. Puasa Muharrom
  5. Puasa Assyuro
  6. Puasa Sya’ban
  7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab
  8. Puasa Senin dan Kamis
  9. Puasa tiga hari setiap bulan
  10. Puasa Dawud
Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Alloh kepada umat ini adalah puasa sunnah.
Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

  1. Puasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).
  2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adlah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.
  3. Puasa hari Arofah, yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.
  4. Puasa Muharrom, yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)
  5. Puasa Assyuro’. Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).
  6. Puasa Sya’ban. Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).
  7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.
  8. Puasa Senin dan Kamis. Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.
  9. Puasa tiga hari setiap bulan. Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.
  10. Puasa Dawud, yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).
Demikianlah beberapa jenis puasa sunnah yang disyariatkan dalam agama ini. Kita memohon kepada Alloh agar diberikan rasa cinta dalam diri kita terhadap amalan yang dapat mendekatkan diri ini kepadaNya.
C. Hikmah Berpuasa
Hikmah puasa menjadi kebaikan bagi umat Islam yang menjalankannya, yaitu sebagai berikut:
  1. Tanda terima kasih kepada Allah
  2. Mendidik taat kepada peraturan
  3. Mendidik belas kasih kepada fakir miskin
  4. Menjaga kesehatan
  5. Mendidik hidup tertib dan disiplin
  6. Melatih kesabaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar